Jumat, 31 Desember 2010

Misteri Kepala Di Rowo Angker



Waktu aku masih kecil hidup disalah satu sudut daerah terpencil yang menjadi tumpangan masa Kanak-kanakku, ada sebuah lokasi yang terkenal dengan nama rowo angker, di saat itu aku masih duduk di kelas 5 SD, aku sempat berpikir cerita tentang rowo angker mungkin hanya sebatas ilusi, sehingga dalam hatiku waktu itu jangan percaya terlebih dahulu tentang cerita ghaib gituan, bahkan dalam hatiku terkadang merasa tertantang untuk mengetahui apa benar dirowo angker itu ada sosok kepala manusia yang berjalan mengitari rowo angker di saat malam jum'at kiwon.

Kisah itu dimulai setelah pulang dari sekolah aku diajak temanku pergi memancing di rowo yang angker tadi, soalnya terkenal banget rowo itu dengan makhluk halus yang tak mulus, sebenarnya waktu itu aku kurang percaya tentang gosip ghaib itu, lalu aku berangkat saja dengan tenang dan berharap mengadu keberuntunganku lewat memancing ikan dirowo angker.

Di siang bolong terlihat jelas matahari bersinar tepat di atas kepala, aku mulai mengadu peruntungan dengan lewat memancing, tetapi kenapa perasaanku ada keganjilan, aku melihat burung tanpa kepala di sebelahku, rasa keingintahuanku tumbuh dan kudekati burung tadi, setelah aku agak mendekat ternyata kepala burung tadi tertutup daun tebu, Oooo...maklum kepala burung tadi tak kelihatan, karena kepala burung tadi tertutup daun tebu.

Sudah berjam-jam aku duduk dan terkadang berdiri sama temanku saat memancing, dan hari ini agak lumayan banyak aku mendapatkan ikan, disaat sudah menjelang surup atau di waktu mendekati magrib, aku secepat mungkin pulang takut kalau kemalaman nanti, tetapi kenapa ada keganjilan dalam benakku, karena aku melihat dari jauh ada kepala manusia berjalan tanpa tubuh, aku dan temanku tak berani mendekat, bahkan dengan hitungan satu, dua dan tiga aku lari sekencang mungkin meninggalkan rowo angker.

Sampai sekarang peristiwa itu menjadi misteri dan pertanyaan dalam diriku, apakah benar yang kulihat waktu itu kepala tanpa tubuh atau kepala tadi bertubuh? Peristiwa itu sampai hari ini belum kutemukan jawabannya, karena aku tak mendekati kepala tadi, malah aku lari terbirit-birit hahahhahha........

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)............

Selamat Bermatabaria



Umur kita tak terasa semakin tua di makan taba, Ya!!..sebelum taba kita mau tak mau akan menghadapi yang bernama mataba, apalagi Jam-perjam nyaris mendekati waktu mataba, jangan khawatir dimataba kita bisa bahagia dengan cara sederhana, sebagai wujud suka cita kita dalam menyambut tabaria.

Kita sering melihat perayaan mataba begitu heboh di jalanan maupun tempat lain yang menjadi konsentrasi massa, dengan suara terompet, kembang api, mrecon, bahkan melalui lagu dangdutan dalam menghibur diri di waktu mataba, semua memang punya cara masing-masing secara individu maupun kelompok dalam merayakannya, tetapi di mataba 2011 masehi ini aku cukup merayakan di depan komputer, sambil minum air putih dan tak lupa aku berucap do'a. Semoga saja di taba yang sebentar lagi datang, Sang maha pencipta selalu memberikan aku panjang umur yang lebih bermanfa'at dibanding tahun kemarin, Amiens.

Bagi yang merayakan mataba, selamat berpesta dengan cara sesuka jiwa, tetapi yang perlu diingat tetap jaga kesehatan dan ketertiban dimanapun kailan berada.

Yok!! bermatabaria.........

Selamat bermatabaria buat kozkiber dan semuanya.....

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com).........

Kamis, 30 Desember 2010

Merayakan Tahun Baru Ala Desa


Perhelatan malam tahun baru saat aku tinggal ditempat saudaraku sangat sederhana dan berbeda dengan kondisi kota yang sering terlihat dalam merayakan tahun baru melalui sorak pora menyalakan kembang api, mrecon dan masih banyak lagi cara mereka dalam mengamini tahun baru, tetapi semoga saja dalam merayakan tahun baru mereka tidak meledakkan tiga kilo gram elpiji, apalagi dinamit jangan sampai, hatiku bergumam seperti itu hahahhaha.......

Saat malam tahun baru telah tiba, masyarakat desa setempat mulai berkumpul dengan membawa ambeng yang berisi engkong ayam, kurap, sambal goreng, tak ketinggalan nasi kuning dan masih banyak lagi yang terisi di ambeng sampai aku tak bisa mengingatnya.

Setelah masyarakat berkumpul sesepuh desa tersebut mulai melakukan pembacaan do'a berkah diakhir tahun, saya cukup mengamini saja, bahkan terasa ada kompetisi dengan sekeras-keras mungkin mengamini, akupun coba ikut dalam kompetisi itu, dengan cara bersuara sekeras mungkin menyebut kata amin, tetapi suaraku tetap kalah dengan penduduk setempat, wajar saja mereka adalah orang-orang pantai yang terkenal dengan suara keras dan lantang. Tak apalah aku kalah kompetisi bilang amin, tetapi nanti yang paling penting aku tidak kalah dapat engkong ayam yang paling banyak...hahahahaa....pikirku.

Puji sukur pada sang maha pencipta, akhirnya sampailah pada pembagian ambeng, lumayan aku dapat kepala ayam, srondeng, telur rebus, kurap, dan tak ketinggalan beserta nasi kuning, telihat pula penduduk kampung tersebut begitu gembira ria menyambut malam tahun baru di pinggir pantai yang kebanyakan dihuni para nelayan, dan tak lupa mereka memakan dengan serakah ambeng-ambeng yang sudah di bagi tadi.

Waktu mulai malam dan mendekati detik-detik menegangkan, disaat Detik-detik pergantian tahun baru mulai tiba, semua yang ada dipinggir pantai ikut berhitung sampai hitungan kesepuluh, akupun tak mau ketinggalan ikut bersuara dengan keras, mulailah aku bersuara: Siji, Loro, Telu sampai hitungan kesepuluh, dan terdengar suara gemuruh masyarakat desa di saat pergantian tahun baru telah tiba, dengan memanjatkan rasa syukur pada sang maha pencipta, di saat itu pula hatiku berdo'a semoga di tahun baru kami selalu diberi kesehatan lahir maupun batin. Amiens....

Selamat datang tahun baru.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com).....


Jimat Sebagai Pelaris Bakso



Kehidupan sebagian para penjual ada yang meyakini bahwa jimat dapat dijadikan sebagai pelaris atau mencari berkah saat menjajakan dagangannya, tentu ini mengundang beragam pertanyaan dalam benak, apalagi aku pernah menemui kejadian tersebut saat mampir disebuah penjual bakso, waktu itu aku mau pergi kesaudaraku, tetapi aku melihat penjual bakso yang sedang menjajakan dagangannya, langsung saja aku berhenti dan mampir ketukang bakso itu.

Setelah saya masuk kewarung bakso, aku menyapa pada sang penjual bakso tadi dan berkata: abang tolong buatkan aku satu mangkok bakso tidak usah pake' sambal, maklum waktu itu aku kurang mood makan sambal, karena sudah dua hari aku saket perut, sehingga hari ini aku puasa makan sambal dulu, padahal aku suka banget namanya pedas, tetapi mau bagaimana lagi, sementara waktu aku harus bisa menghentikan makan sambal dulu, sebelum perutku benar-benar sembuh.

Tak lama kemudian si abang mengantarkan bakso yang aku pesan tadi, seketika itu pula aku melahap bakso sampai tak tersisa, tinggal mangkoknya saja yanga ada di depan mataku, karena bakso ini betul-betul nikmat dan joos. Setelah selesai makan bakso aku tak sengaja melihat ada kertas tergantung di atas pintu, nah!..ini jimat pelaris pikirku seperi itu, saat itu pula hatiku bergumam. Oooo...pantesan baksonya enak hahahhahha......(canda dalam hatiku).

Saya waktu itu langsung teringat dengan kata sahabatku, kebetulan sahabatku ini punya profesi dukun, dia pernah berkata: apabila kamu menemukan di atas pintu ada kertas yang tertempel dan di paku, maka tidak lain dan tidak bukan sembilan puluh persen kemungkinan itu benar kalau yang dipasang itu jimat sebagai pelaris dalam jual beli, tetapi sebenarnya tidak hanya sebagai pelaris saja, jikalau anda melihat jimat yang tertempel di atas pintu, karena terkadang jimat ini juga tertempel diatas pintu Rumah-rumah penduduk sebagai fungsi tolak balak, dan salah satu bagian dari kepercayaan masyarakat dalam menangkal sesuatu yang tidak diinginkan, bisa santet atau berbentuk udara negatif lainnya.

Jimat yang ada di atas pintu, biasanya bertuliskan arab, jawa, Cina atau bahasa lainnya yang dianggap punya kekuatan ghaib dalam membantu apa yang di inginkan para pemakainya. Waah!!...ternyata aku sudah lama duduk di warung abang bakso, lalu aku bayar 5.000 rupiah dan aku keluar dari warung tadi, untuk meneruskan perjalananku pergi kerumah saudaraku.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)....

Nenek Dan Ayam Bakar



Waktu saya berjalan di areal perkampungan yang jauh dari kota, terlihat berjajar pohon pisang yang nampak molek pesona, apalagi sesekali nampak ada pisang yang sudah mulai masak dan siap untuk dipetik, tentu hati ini merasakan dengan berandai-andai, apabila ini adalah pohon pisangku, tentu aku akan secepatnya mengambil pisang yang sudah terlihat matang itu, apalagi perutku yang sudah keroncongan yang sejak pagi tadi belum makan.

Setelah berjalan agak lama, saya mulai menemukan pemukiman yang nampak terlihat sepi mencengangkan, sehingga membuat detakan jantung ini semakin kencang, karena ada rasa khawatir Jangan-jangan ini kampung yang tak berpenghuni, mulailah bulu kudukku merasakan sesuatu yang biasanya tak kurasakan, dengan bermodal nekat aku tetap langkahkan kakiku menyusuri perkampungan itu.

Hmm...ternyata terlihat dari jauh ada sosok nenek yang berdiri sambil memanggang ayam dengan begitu rilexsnya dia, betapa bahagia hati ini kurasakan saat itu, karena ternyata ada penghuni juga kampung ini, langsung saja kuhampiri dan kusapa nenek itu, dan dia seketika memandangku dengan heran, lalu aku bilang pada nenek itu bahwa aku adalah sang pejalan kaki yang kebetulan lewat kampung yang sepi ini, dia dengan bijak menjawab dengan lemah lembut dan mempersilahkan aku untuk duduk di ruang tamu.

Sebenarnya saya bisa menebak kalau nenek ini akan memberikan ayam bakar untuk makan siangku, Ya!!..tebakanku ternyata betul, nenek itu membawakan aku ayam bakar beserta nasi dan mempersilahkan aku untuk memakan sepuasnya, betapa hatiku bahagia yang terasa dalam benak, mengingat dengan berjalan mulai dari pagi hari ternyata ada nenek yang baik hati mau membawakan makanan favoritku, langsung saja seketika tanpa basa-basi tanganku mulai bergerak mengambil ayam bakar yang di sediakan nenek dan tak lupa kureguk air putih terlebih dahulu, sebelum aku menghabiskan makanan yang ada di meja yang disediakan nenek tadi.

Setelah ayam bakar semua sudah habis kumakan, aku istirahat sejenak di depan rumah nenek dan memandang kampung yang begitu sepi. Waktu tak terasa begitu cepat dan hari sudah mulai nampak sore, secepat mungkin aku berpamitan pada nenek tadi, dan tak lupa aku mengucapkan terima kasih banyak buat nenek yang telah memberikan ayam bakar gratis di makan siangku, akhirnya aku meneruskan perjalanan menuju rumah pribadiku.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com).....

Rabu, 29 Desember 2010

Mabuk Kopi Panas



Malam menunggu pagi yang belum datang, kurebahkan sesaat badanku yang lagi pegal-pegal kebanyakan menganggur hari ini, biasanya saya begitu sibuk di jalanan dengan mengantar roti dagangan, tetapi hari ini berbeda dengan hari kemarin, karena sementara perusahaan roti lagi macet gara-gara listrik yang tak menyala, sehingga produksi di hentikan sesaat dengan menunggu listrik menyala lagi.

Kunikmati malam ini dengan sesekali melihat komputer dan membaca beberapa surat kabar yang mengabarkan tentang politik yang semakin memanas, sesekali pula kupejamkan sejenak mataku dan kuberpikir malam ini saat yang tepat untuk mabuk kopi panas disepanjang keheningan malam, sambil menunggu sang fajar tiba.

Mulai kusiapkan bubuk dan gula, tak lupa memasak air dengan sepanas mungkin hasilnya. Setelah semua selesai mulai kutuangkan air keceret yang ada diatas meja, biasanya aku hanya minum kopi satu gelas saja cukup, namun malam ini sudah terhitung sepuluh gelas aku menuangkan air kopi panas dari ceret, badan ini merasakan ada sesuatu yang nampak beda dari biasanya, dengan kopi yang tak biasa kuminum sebanyak ini, mulailah tubuhku sempoyongan dan merasakan berat memikul kepala, namum aku tetap berjalan keluar rumah, sambil sesekali menghirup udara malam.

Setelah minum kopi panas yang terlalu banyak, aku teringat kenangan masa silam dan dalam benakku bertanya apa mungkin ini yang di katakan mabuk kopi panas?.... Kisah mabuk kopi panas yang sering di ucapkan sahabatku waktu di asrama dulu, dengan bicara lantang dia mengajakku mabuk kopi panas sampai pagi, tetapi aku sering menolak sebab waktu itu aku harus bangun pagi dan menyiapkan kebutuhan sekolahku yang pagi betul aku harus berangkat.

Malam yang menakjubkan bersama kopi panas dan malam ini waktuku akan kuhabisakan dengan meminum bercangkir-cangkir kopi panas yang menjadi teman hari spesialku di kegelapan malam yang sepi merajuk, tetapi dengan kopi panas hati terasa begitu nyaman dalam jiwa, mungkin saja karena aku yang lagi dalam keadaan mabuk kopi panas, sehingga tidak terasa beban di kepala seketika hilang yang tadi begitu berat kurasa, malam ini benar-benar terasa ringan keadaan yang kurasa, mungkin saja gara-gara bubuk, gula dan air panas menjadi satu dalam nuansa malam menunggu pagi tiba.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)............

Selasa, 28 Desember 2010

Jejaring Sosial Karya Anak Negeri



Keberadaan Jejaring sosial kiber merupakan karya anak negeri yang perlu kita hargai bersama, sebagai wujud cinta kita kepada produk dalam negeri, sehingga dengan adanya jejaring sosial kiber di harapkan mampu menjadi salah satu warna lahirnya jejaring sosial yang ada di Indonesia.

Banyak sekali Jejaring sosial yang ada di dunia maya, tetapi keberadaan jejaring sosial di dominasi buatan luar negeri yang lebih banyak di minati para pengguna di dunia maya. Sebenarnya kondisi tersebut sebagai bentuk kewajaran, karena kita tahu bahwa aplikasi dan fitur mereka lebih lengkap, oleh sebab itu kemajuan jejaring sosial buatan anak negeri kalau tidak kita dukung bersama, tentu sangat mustahil untuk dapat berkembang minimal menjadi jejaring sosial buatan negeri di tingkat local, sehingga semua sangat di butuhkan dukungan dari sahabat-sahabat sebagai salah satu kunci keberhasilan jejaring sosial anak negeri.

Lahirnya jejaring sosial karya anak negeri merupakan sesuatu yang di nantikan untuk mampu menunjukkan eksistensi diri, tentu semua masih jauh dari kesempurnaan, tetapi paling tidak anak negeri mampu berkreasi secara inovatif dengan kesederhanaan dan kekurangan yang dimiliki.

Kehadiran jejaring sosial kiber merupakan salah satu warna perkembangan jejaring sosial yang ada di Indonesia, dan salah satu dari jejaring sosial yang semakin marak di dunia maya. Berangkat dari situ jejaring sosial kiber menyadari kerja keras dan pantang menyerah dalam berusaha untuk mengembangkan aplikasi dan fitur merupakan langkah proses pembenahan diri, agar terus dapat progress secara maksimal dalam melakukan perbaikan yang ada di jejaring sosial kiber.

Keberadaan jejaring sosial kiber ( www.kitaberbagi.com ) merupakan salah satu warna karya anak negeri yang saat ini masih terus berproses untuk mengembangkan aplikasi dan fitur sebaik mungkin, semoga saja dapat memperbaiki secara terus menerus dan dapat menyajikan jejaring sosial yang lebih baik.

Terima kasih buat semuanya.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)........